|
Pun……sapun !
Palias ngiruhan girang
Di leuwi ki papantunan
Gelik suling jeung sonari
Galindengna angin laut
Awuhan gending kahéman
|
|
Selanjutnya...
|
|
1. Sebuah ikrar yang terucap dari Rd. Suranangga, pada saat penamaan SURA RAH HADIAN untuk sebuah tempat yang kini dikenal dengan nama Surade. Ikrar tersebut diantaranya sebagai berikut :
“Wahai seluruh saudaraku….., eratkan tali persaudaran diantara kalian semua. Buanglah kebencian diantara kalian, tumbuhkanlah rasa kasih sayang diantara kalian. Karena dengan kasih sayang…… akan mengajari kita merasa kaya walau tanpa memiliki banyak harta benda. Dengan kasih sayang...... akan memperoleh kemenangan tanpa merusak martabat lawan. Dengan kasih sayang...... kita akan mendapatkan kesaktian walau tanpa aji mantra. Dengan kasih sayang kita akan berani tampil ke medan laga walau tanpa balatentara. Sebaliknya….dengan dendam serta kebencian… tak akan pernah mendapatkan hikmah dalam kehidupan ini. Luka, kecewa pada diri kalian jangan pindahkan menjadi milik orang lain. Ketahuilah...... bahwa sampai kapan pun tak akan ada orang yang bisa menentang kasih sayang!. Untuk aku….anakku…cucuku…serta keturunanku… mulai hari ini gelar ningratku akan aku tinggalkan. Sebab menurutku, gelar raden…..walau tidak terukir di dalam namaku dan keturunanku, kelak…dikemudian hari aku akan menyaksikan bahwa tidak akan sedikit dari anak, cucu dan keturunanku, serta keturunan kalian semua…banyak yang akan menjadi pejabat yang arif, adil dan bijaksana di negeri tercinta ini.
Rd. Suranangga sebagai tokoh pendiri Surade telah mengingatkan kita untuk mempererat tali persaudaraan dengan menumbuhkan rasa kasih sayang dan menjauhi rasa dendam. Walaupun kata-kata tersebut terucap 250 tahun yang lalu tapi masih tetap relevan dengan sekarang. Dengan kasih sayang hidup terasa indah tapi dengan dendam dan kebencian hidup akan berada dalam kenistaan.
Selain itu beliau menghilangkan gelar Raden pada namanya beserta anak, cucu dan keturunannya. Hal ini bertujuan supaya tidak ada jurang pemisah antara keturunannya dengan masyarakat. Namun, walaupun gelar Raden tidak terukir pada nama keturunannya tapi tidak akan sedikit dari mereka yang akan menjadi pejabat di negeri ini.
Ternyata ucapan beliau terbukti. Putra terbaik Surade pada saat ini memegang pimpinan tertinggi di Kabupaten Sukabumi, yaitu Bapak Drs. H. Sukmawijaya, MM. Beliau menjabat sebagai Bupati Sukabumi periode 2005-2015. Dengan Visi yang sungguh mulya yaitu :
 |
“TERWUJUDNYA PERUBAHAN KABUPATEN SUKABUMI MENUJU MASYARAKAT YANG BERAKHLAQ MULIA, PRODUKTIF DAN SEJAHTERA”. |
| Drs. H. Sukmawijaya, MM |
|
|
|
Selanjutnya...
|
|
Rahadian jaya metu teu twah kahibas ratu jati pangeran kasiro sakabeh rahadian, sup kanu leubeut metu sakti, bur Titip. Samarit musuh lebureun wargine Lan tana Imbanagara kapan nyata sura….rah…hadian….. wargine jagabaya…..jabang metu….. saking imbanagara nu metu mitilar ka jatining jatine jamak da panata ing pangeran hana raneh dulu malim kasih milang bakaling ratu dadi suluh lawan musuh. Bur…..
(Darah unggul tidak seberapa keluar, (karena pertana) kekuatan pangeran sejati, tercerai semua darah unggul…..masuk…., kepada yang penuh (dengan) kesaktian….bur….Titip. Kan sudah jelas keberanian…darah bangsawan, kerabat jagabaya, anak terlahir dari Imbaganara, yang keluar bepergian ke kesejatian sejati, maklum kelakukan seorang pangeran, ada kemanjaan masa lalu (penuh kasih sayang) yang malah jadi penghalang, (yang semula) calon ratu, (malah) jadi pembakar menentang musuh, bur…)
|
|
Selanjutnya...
|
|